Tampilkan postingan dengan label Jazz Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jazz Music. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2009

JAZZ MUSIC




Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.

Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Aliran-aliran dalam jazz

Pemusik jazz terkenal


Indonesia

DEMONTRASI DALAM MUSIK JAZZ



Ekspresi individu ini lebih dikenal sebagai improvisasi yang merupakan bagian dari suatu komposisi jazz. Menariknya, Improvisasi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pemain sehingga besar kemungkinan tiap kondisi membuahkan improvisasi yang berbeda-beda. Dari waktu ke waktu merek dagang ini dipertahankan oleh tiap generasi musisi beraliran jazz. Dengan berkembangnya waktu eksplorasi musik jazz semakin kaya. Ambil contoh komposisi Wayne Shorter, Footprint; pada saat Wayne memainkan saxophone-nya untuk melantunkan komposisi ini dapat diterjemahkan berbeda oleh musisi generasi berikutnya yaitu Scott Henderson dengan gitar elektriknya. Bukan cuma improvisasinya saja yang digarap beda oleh Scott, tetapi juga pengolahan notasi dasarnya. Eksplorasi yang tidak pernah berhenti ini membuat musik jazz menjadi musik yang selalu menarik untuk disimak.
Tidak benar jika ada pendapat yang mengatakan musik jazz adalah musik yang membosankan karena berkesan old fashion. Musik jazz, justru, merupakan musik yang tidak monoton dan memiliki siklus hidup yang panjang sekali. Mungkin dalam hal siklus hidup musik jazz berada pada urutan kedua setelah musik klasik. Artinya, musik jazz dapat juga dikatakan juga sebagai musik yang semi-klasik.

Seringkali jazz diartikan musik yang borjuis musik kaum the haves. Tentu pendapat ini patut ditentang. Kalau kita kembali ke akar musik jazz yang berasal dari Work Song para budak kulit hitam - yang notabene bukan kaum borjuis - perkembangannya pun tidak secara sengaja diarakan ke musik kalangan atas. Memang pada jaman Swing, musik jazz dijadikan pengiring dansa kaum ekonomi atas, namun selanjutnya musik jazz berkembang dari klab-klab kecil di pelosok NewYork, Chicago atau New Orleans. Dari klab-klab kumuh ini musik jazz semakin menguatkan bentuknya sebagai musik yang memiliki sisi hiburan sekaligus sekaligus memiliki sisi apresiasi. Sekedar meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, musik jazz bukan musiknya kaum ekonomi atas, tetapi lebih tepat dikatakan musiknya kaum intelektual tinggi. Perlu digaris bawahi, kaum intelektual tinggi tidak sebentuk dan sebangun dengan kaum ekonomi atas. Bukannya banyak kaum intelektual yang hidup di garis ekonomi pas-pasan?

Fenomena lain dari musik jazz adalah keterbukaannya dengan jenis musik lain. tidak ada kata haram untuk memadukan musik jazz dengan jenis musik lain. Contoh yang nyata adalah di awal tahun 1960an ketika jazz dengan mudahnya berpadu dengan musik bossanova (samba, red) asal Brazil. Atau, ketika musik Art Rock sedang menjamur di tahun 1970-an, jazz dengan luwesnya meramu jazz dan rock menjadi fusion. Rasa ingin tahu musisi jazz, relatif lebih besar dibandingkan dengan musisi dari jenis musik lain. Musik jazz dengan intens menggali musik yang mereka minati. Hal ini banyak terjadi dengan eksplorasi musik etnis, seperti etnis India, Afrika, Amerika Latin atau Asia Timur. Kemudahan musik jazz untuk berpadu dengan musik lain membuat musik jazz mengalami beberapa kali peremajaan yang membuat musik jazz tetap bertahan.Jika disimak dengan lebih seksama kekhasan musik jazz yang disebut diatas, mungkin kita bisa menyebut musik ini menganut faham demokrasi.
Coba kita perhatikan ciri-ciri berikut: kelompok yang memiliki 'aturan-aturan' dengan tetap mengahargai penampilan individu anggotanya, melakukan inovasi untuk mempertahankan keberadaan mereka, dihargai oleh kaum intelektual dari berbagai tingkat ekonomi dan dengan bijaksana membuka diri dari pengaruh luar. Jika ditelaah lebih jauh, jazz sebenarnya merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar musik. Untuk mereka yang kritis, musik jazz dapat dikembangkan menjadi suatu 'credo', misalnya dalam hidup bermasyarakat atau pengembangan diri. Jangan pernah berhenti mengeksplorasi musik jazz. Anda akan mendapat sesuatu yang lebih dari yang anda bayangkan ketika menikmati rekaman jazz. Selamat nikmati jazz dan nikmatilah secara aktif.

Jumat, 12 Desember 2008


LCD Text Generator at TextSpace.net





Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.

Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Aliran-aliran dalam jazz


Pemusik jazz terkenal

Indonesia

Lee RitenourBoleh dibilang dari berbagai jenis musik, Jazz merupakan musik yang paling mementingkan keseimbangan antara penampilan individu dan keutuhan kelompok. Dibandingkan musik jenis lain yang terpola baku, musik jazz lebih menggunakan pola sebagai suatu bentuk kesepakatan kelompok yang dengan konsisten dilaksanakan secara bersama-sama. Namun kesepakatan itu bukanlah merupakan rambu-rambu yang mati, karena diantara rambu-rambu tersebut musik jazz memberi kesempatan pada tiap individu untuk mengajukan pendapat tiap pribadi. Jadilah harmoni yang menjadi ciri khas musik jazz.







BALI JAZZ FESTIVAL



Berikut ini adalah seluruh informasi yang berkaitan dengan BALI JAZZ FESTIVAL 2005

Bali Jazz Festival 18-20 November 2005

DARI BALI, SUARA PERDAMAIAN AKAN BERGEMA LEWAT BALI JAZZ FESTIVAL 18-20 NOVEMBER 2005
11-11-2005 - Setelah semenjak lama Bali Jazz Festival ini menjadi angan-angan kami, karena didorong keberanian dan tekad melalui proses yang berjalan Bali Jazz Forum bersinergi dengan WartaJazz.com mewujudkan wacana ini menjadi nyata. Barangkali inilah festival jazz pertama di Indonesia yang terselenggara atas inisiatif dan kerja komunitas. 38 grup dari 10 negara akan ambil bagian.

PENGUMUMUMAN PEMENANG LOGO BALI JAZZ FESTIVAL DITUNDA AWAL AGUSTUS
22-07-2005 - Ada sekitar 750 karya logo yang masuk kepanitia dari seluruh Indonesia, mengingat frekuensi penerimaan logo pada 3 hari terakhir sebelum penutupan sangat tinggi sehingga kami memerlukan waktu dan proses penjurian menjadi berubah waktunya. Pengumuman pemenang akan diundur hingga tanggal 5 Agustus 2005.

BALI INTERNATIONAL JAZZ FESTIVAL LOGO COMPETITION
30-05-2005 - Sebuah festival jazz Internasional akan digelar November mendatang. Untuk melibatkan masyarakat lebih luas, panitia menyelenggarakan sebuah Logo Competition, berhadiah 750US Dollar, tiket pp ke Bali, gratis menginap di Hotel dan menonton pertunjukan selama 3 (tiga) hari penuh. Syarat-syarat dan ketentuan lomba tersebut dapat anda baca di links diatas.

Informasi tentang Bali Jazz Festival lebih lanjut dapat dibuka lewat website www.balijazzfestival.com atau email info@balijazzfestival.com


JOGJA JAZZ CLUB


Ide Jogja Jazz Club berawal dari diadakannya Jazz Gayeng Jogja Jazz Festival pertama pada bulan Oktober tahun 2001 dimana muncul ide untuk membuat semacam wadah untuk berkumpul dan berinteraksi antar penggemar dan musisi jazz dan bisa saling belajar dan bertukar informasi mengenai musik jazz. Agung Prasetyo (pemain bass), Tuti Ardi (vokalis) dan BJ (drums) dari grup jazz Tuti 'n' Friends bersama WartaJazz.com berinisiatif untuk meminta ijin dari Gajah Wong Cafe tempat dimana grup ini biasa bermain untuk menyediakan tempat bagi wadah ini, dan pada bulan Januari 2002 dimulailah ajang berkumpul ini yang diadakan setiap minggu sekali.

Kegiatan Jogja Jazz Club sendiri terus berkembang selain setiap minggu mengadakan jam session bersama dan diskusi juga beberapa kali mengadakan workshop dari musisi-musisi jazz luar negeri yang mengadakan konser di Yogyakarta. Pada perkembangannya karena peminatnya yang semakin banyak baik dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum maka ajang berkumpul di pindahkan ke Press Corner/Shaker Cafe yang lebih luas dan terbuka. Sampai saat ini dari Jogja Jazz Club juga telah terbentuk beberapa grup jazz dan telah mendukung acara-acara dan kegitan-kegiatan musik jazz di beberapa tempat.

Dengan bekerjasama dan didukung WartaJazz.Com Jogja Jaz Club juga menyediakan library berupa buku, majalah, CD, kaset, video.

Sekretariat Jogja Jazz Club :
Jl. Munggur 50 Demangan
Yogyakarta (kantor WartaJazz.Com Yogyakarta)

Untuk kontak dan keterangan mengenai Jogja Jazz Club dapat menghubungi :
Tuti Ardi, HP 0812 298 7903 , e-mail tutiardi@yahoo.com
Agung Prasetyo, HP 0817 945 1076
WartaJazz.Com Yogyakarta, contact person:
Ajie Wartono, Tlp. 0274-512561, HP 0812 270 1719 e-mail aji@wartajazz.net
Ceto Mundiarso, HP 0812 276 1227 e-mail ceto@wartajazz.net





























Bersumber dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Jazz

TINGGALKAN PESAN